8 Tradisi Di Indonesia Yang Menggunakan Hiasan Henna

advertisement
Meski kini semakin di gemari para perempuan moderen, ternyata henna adalah produk dari tradisi-tradisi yang ada di Indonesia. Hampir sebagian besar wilayah di Indonesia dengan berbagai tradisinya telah mengenal Henna dalam berbagai acara. Masing-masing penggunaan Henna untuk tradisi di Indonesia memiliki maksud dan tujuan yang berbeda, lalu dimana saja Henna telah di gunakan di Indonesia dan apa tujuan?

8 Tradisi Di Indonesia Yang Menggunakan Hiasan Henna


1. Di Nusa Tenggara Barat, Henna hadir dalam acara Peta Kapanca

Nusa tenggara barat ternyata sudah mengenal Henna dalam setiap acara-acara pentingnya. Salah satunya adalah tradisi memakai pacar pengantin. Khususnya dalam acara perkawinan adat Bima. Dalam acara tersebut, dalam acara tersebut para penganti di olesi tanganya atau yang disebut Peta Kapanca.

Henna pada acara Peta Kapanca

Acara ini dilakukan oleh 7 ibu-ibu dalam rumah pernikahan. Ke-7 ibu ibu tersebut akan mengolesi tanganya yang disaksikan secara langsung oelh para tamu undangan. Tujuan pemakaian Henna atau pacar ini adalah untuk mengingatkan para calon pengantin, bahwa keduanya akan segera membina rumah tangga dan khusus perempuan akan menjadi ibu rumah tangga.

2. Di Aceh di kenal dengan nama Malam Bohgaca

Malam Bohgaca berarti Malam Berinai atau malam mengenakan pacar atau inai. Malam ini dilakukan sebelum acara akad pernikahan. Daun inai dalam tradisi aceh mengambarkan atau melambangkan keberadaan istri sebagai obat pelipur lara dan juga sekaligus sebagai perhiasan dala rumah tangga.

Malam Bohgaca pada Pernikahan Adat Aceh

 Dau pacar yang akan digunakan dilepaskan dari tangkainya kemudian ditaruh di piring besar lalu ditumbuk sampai halus. Untuk pemakaianya juga dilakukan berulang kali agar menghasilkan warna yang sempurna bagus dan terlihat alami.

3. Malam Bainai dari Minangkabau

Di Minangkabau terdapat Malam bainai atau malam seribu harapan dan seribu doa untuk kebahagiaan rumah tangga bagi anak dara yang akan melangsungkan akad pernikahannya esok hari. Pada acara ini, tumbukkan daun inai akan ditorehkan pada kuku calon mempelai wanitaoleh orang tua, ninik mamak, saudara, atau handaitaulan dan orang terkasih lainnya.

4. Pasang Pacar dari Lampung

Di lampung penggunaan Henna dikenal dalam acara Pasang Pacar. biasanya acara ini dilakukan satu hari seusai melangsungkan acara Betanges atau mandi uap dan Berparas atau menghilangkan bulu-bulu halus serta membentuk alis dengan tujuan sang gadis terlihat cantik dan menarik. Baru kemudian dilanjutkan dengan acara Pasang Pacar pada kuku mempelai wanita.

5. Mapacci dari Bugis-Makassar

Bagi masyarakat bugis makasar daun pacar punyai sifat magis dan melambangkan kesucian. Maka pada saat menjelang pernikahan biasanya akan diadakan WenniMappaci (Bugis) atau Akkorontigi (Makassar) atau malam pacar yang artinya malam mensucikan diri dengan meletakan daun pacar ke tangan calon mempelai. Yang diminta meletakkan daun pacar adalah mereka yang punya kedudukan sosial baik serta rumah tangga yang langgeng dan bahagia. Acara ini dilakukan menjelang upacara pernikahan.

6. Berpacar dari Palembang

Acara ini dilakukan dengan cara mewarnai menggunakan daun pacar seluruh kuku tangan dan kaki, juga telapak tangan dan kaki yang disebut pelipit. Daun pacar berguna untuk mengusir segala jenis makhluk halus.

7. Berinnai dari Riau

Sebelum upacara pernikahan, maka diadakan pemakaian daun innai pada mempelai dengan tujuan untuk melindungi pasangan pengantin dari marabahaya, memunculkan aura calon pengantin dan memunculkan wibawa penganti pria.

8. Malem Pacar dari Betawi

Seusai Prosesi Ngerik atau mencukur bulu kalong, akan di lakukan Acara Malem yaitu acara dimana mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan tangannya dengan pacar.

Nah, itulah beberapa tradisi penggunaan Henna yang telah dikenal masyarakat indonesia sejak turun temurun. Tetapi akhir-akhir ini malah popoler di kalangan wanita modern.
Advertisement

wdcfawqafwef